Sabtu, 08 April 2017

Jenuh

Porak-porandalah hati
Mengguyu kejamnya kehidupan duniawi
Pahit manisnya kalimat dari hati
Tak terbendung lagi

Langit mendesah, merintih lelah
Merasakan petirnya cambukan dahsyat
Seolah ingin berlari, tapi ada yang memegang erat

Mentari pun lesu
Tertunduk dihadapan semesta
Sebab kabut tak henti menghalanginya
Membutakan sinar disiang hari yang hujan

Angin berbisik, "Bangkitlah kamu!
Cakrawala sudah menunggu.
Benang-benang kehidupan siap dirajut.
Lautan biru akan menemanimu.
Deraian air mata  kan kutiup.
Perahu harapan pun kubangun.
Dan sinar Mentari mulai menyorot perlahan wajah sampingmu yang Indah itu.

Serta jenuhmu akan kuubah menjadi senyum kebahagiaan. "

#JumatBerkah, 7 April 2017

0 komentar:

Posting Komentar

 
Ini Blog Tentang Puisi Blogger Template by Ipietoon Blogger Template