Rabu, 25 Januari 2017

Dibalik Lempengan Besi

Siangku retak. Pecah berkeping-keping
Sebuah hentakan mengagetkanku
Mencambukku dari ketidaksadaran diri
Kesalahan skenario yang membuat Sang Sutradara mengamuk..

Wajahnya bak kepiting rebus
Suaranya menggelegar membelah lautan
Nafasnya tersengal-sengal
Matanya terbuka seisi dunia
Tutur katanya pedas, menusuk hati, menajam seperti pisau..

Hariku memerah. Sore pun ikut terbakar amarah
Angin seolah tidak mau memberiku nafas
Hidup dibalik lempengan besi yang bising
Membuatku ingin mendobrak pintu ketidakbenaran..

0 komentar:

Posting Komentar

 
Ini Blog Tentang Puisi Blogger Template by Ipietoon Blogger Template