Minggu, 10 April 2016

Terminal




(Senin, 29 Mei 2016, saat UTS II mapel Bahasa Jawa)

Suara bising menjadi music langganan
Mesin berjalan berjajar rapi
Para kernet meneriakkan tujuan
Matanya mengincar setiap mangsa yang lewat
Pengemudi menunggu sambil menghisap sepuntung tembakau
Berharap banyak mangsa yang terperangkap dimesinnya itu
Pedagang asongan ikut menjajakan
Menjual warna mencolok
Menjadikannya pundi-pundi rupiah
Pundaknya menjadi tumpuan
Pun dengan teriakan cirri khasnya
“Cangcimen…. Cangcimen….”
Berharap keluarganya dirumah bisa makan sebungkus nasi goreng  malam ini
Terik mentari menyengat kulit legam
Berkilauan dengan tetes keringat
Kepulan racun bak udara kehidupan
Mereka mencari recehan rupiah demi keluarganya
Tak peduli asap racun itu membunuh paru-parunya secara perlahan

0 komentar:

Posting Komentar

 
Ini Blog Tentang Puisi Blogger Template by Ipietoon Blogger Template